Foto bersama BPBJ Prov. Malut dengan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Provinsi Papua
BPBJ NEWS. Biro
Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Provinsi Maluku Utara menerima kunjungan
kerja sekaligus konsultasi teknis dari Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ)
Provinsi Papua pada Rabu (30/09/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang
Rapat Biro PBJ, Lantai 1 Kantor Gubernur Maluku Utara ini berfokus pada
strategi konsolidasi pengadaan barang dan jasa dalam meningkatkan efisiensi
anggaran belanja pemerintah.
Kunjungan ini
dilaksanakan dalam rangka studi komparatif serta konsultasi teknis terkait
penerapan tata kelola dan strategi konsolidasi pengadaan barang dan jasa yang
telah diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Agenda ini menjadi
momentum penting untuk memperkuat sinergi serta saling berbagi pengalaman (sharing
knowledge) antar-pemerintah daerah di wilayah Indonesia Timur, khususnya
dalam penerapan tata kelola pengadaan yang efisien dan akuntabel.
Delegasi Biro PBJ Papua dipimpin oleh Kasubag Pemantauan Evaluasi Rosihan Hatari, S.Pt., M.Si., bersama Kasubag Advokasi Leonard Paisei, SH., M.Si., Jabfung BPBJ Ahli Muda Sahar, S.Kep., MM, serta dua pelaksana, Zul Chaidir F, S.Kom., MM dan Leonar Hariyanto Asmuruf.
Kedatangan
mereka disambut langsung oleh Kepala Biro PBJ Setda Prov. Malut, Ir. Hairil Hi.
Hukum, S.T., M.T. Turut hadir perwakilan Dinas PUPR Malut Imel Berlian (Tim
Teknis Konsolidasi Pekerjaan Konstruksi Lapen), para pejabat fungsional, Kabag
BPBJ, PPK, serta Pokja terkait di lingkungan Pemprov Malut.
Dalam
sambutannya, Kepala Biro PBJ Malut Ir. Hairil Hi. Hukum, S.T., M.T,
mengapresiasi kedatangan tim UKPBJ Papua. Ia mengungkapkan bahwa Maluku Utara
merupakan daerah pertama di Indonesia yang berhasil menggabungkan Skema Kontrak
Payung dengan Konsolidasi Pengadaan untuk pekerjaan konstruksi jalan lapen.
“Terobosan
ini menjadikan Maluku Utara sebagai percontohan nasional dalam tata kelola
pengadaan barang dan jasa. Peran strategis PPK, Pokja Pemilihan, serta kesiapan
regulasi dan SK penugasan menjadi kunci sukses skema ini," ujar Hairil.
Sementara
itu, Rosihan Hatari menjelaskan alasan di balik pemilihan Maluku Utara sebagai
lokasi studi komparatif. Pihaknya yang saat ini mendapat mandat untuk
menerapkan konsolidasi pengadaan pekerjaan konstruksi di Papua merasa perlu
belajar dari daerah yang sudah terbukti berhasil.
“Kami memilih
belajar ke Maluku Utara ketimbang ke Jawa karena kesamaan konteks dan
karakteristik wilayah Indonesia Timur. Konsolidasi konstruksi ini hal baru di
Indonesia, jadi kami ingin mempelajari langkah konkretnya langsung dari
pelopornya," tutur Rosihan.
Pada sesi materi
teknis, Kepala Bagian Pembinaan Advokasi Pengadaan Barang/Jasa BPBJ Prov.
Malut, Takdir Ali Mahmud, S.T., M.Si., memaparkan Isu Strategis, khususnya
terkait skema konsolidasi pengadaan dan implementasi kontrak payung pada
pekerjaan konstruksi secara sistematis dan komprehensip.
Perwakilan
Dinas PUPR Prov. Malut. Imel Berlian, selaku Tim Teknis Konsolidasi Pekerjaan Konstruksi
lapen turut memberikan penjelasan secara teknis mengenai dokumen-dokumen yang
wajib disiapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), mulai dari tahap persiapan
anggaran dan administrasi hingga seluruh rangkaian proses dilaksanakannya
metode e-purchasing.
Usai
pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu
langsung oleh Plt. Kepala Bagian Pengelolaan Pengadaan Barang/Jasa, Krisnawanto,
S.T., M.Si., bertindak selaku moderator pengarah diskusi. Sosok Krisnawanto
sendiri sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosialisasi, bimbingan teknis
(bimtek), maupun forum pengadaan secara elektronik (katalog
elektronik/e-katalog) sebagai narasumber.
Di bawah arahan moderator, diskusi antar kedua belah pihak berlangsung mendalam. Sesi ini secara khusus membedah mekanisme kerja Tim Kelompok Kerja (Pokja) Konsolidasi, mencakup dokumen dan tahapan persiapan yang wajib disiapkan oleh Pokja, hingga tata cara teknis pelaksanaan negosiasi harga dalam skema kontrak payung serta mitigasi risiko hukum dan administratif.
Pertemuan
yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan penyerahan cendera mata berupa
plakat dari Kepala Biro PBJ Setda Prov. Malut kepada tim UKPBJ Provinsi Papua
dan dilanjutkan dengan foto bersama. Kedua pihak berharap komunikasi serta
pertukaran pengetahuan antarpemerintah daerah di kawasan Indonesia Timur terus
terjalin untuk memperkuat tata kelola pengadaan yang efisien, transparan, dan
akuntabel.