Kegiatan market confirmation
BPBJ
NEWS – Pemerintah Provinsi Maluku
Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Biro
Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) terus mematangkan persiapan pengadaan pekerjaan
konstruksi bidang bina marga. Salah satunya melalui kegiatan Market
Confirmation yang digelar selama dua hari, Kamis–Jumat (12–13/2/2026),
di Bela Hotel Ternate.
Kegiatan
ini merupakan tindak lanjut dari Market Sounding yang telah
dilaksanakan sebelumnya pada Kamis (5/2/2026), sebagai bagian dari tahapan awal
persiapan pengadaan. Jika Market Sounding berfokus pada
penjajakan pasar, maka Market Confirmation menjadi langkah
strategis untuk memastikan kesiapan dan kapasitas pelaku usaha, khususnya dalam
pelaksanaan pekerjaan lapis penetrasi (lapen).
Acara
tersebut dihadiri oleh perwakilan penyedia jasa konstruksi, Lembaga Kebijakan
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Tim Pendamping Polda, Tim Pendamping
Kejaksaan, Tim Pendamping BPKP, serta jajaran teknis dari Dinas PUPR dan Biro
PBJ.
Selain
menjadi forum klarifikasi atas hasil Market Sounding, kegiatan ini
juga menjadi bagian penting dalam persiapan pengadaan melalui Katalog
Elektronik. Langkah ini ditempuh guna mendukung konsolidasi pengadaan dan
penerapan skema Kontrak Payung, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden
Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang telah diubah
dengan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 beserta peraturan turunannya.
Melalui Market
Confirmation ini, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa para pelaku
usaha memiliki kesiapan teknis, ketersediaan sumber daya manusia, peralatan,
serta pemahaman yang komprehensif terhadap spesifikasi pekerjaan yang akan
diterapkan. Dengan demikian, proses pengadaan hingga pelaksanaan pekerjaan
lapen diharapkan dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Kepala
Biro PBJ dan Kepala Dinas PUPR berharap para pelaku usaha dapat memanfaatkan
momentum ini secara optimal. Mereka mengajak seluruh penyedia jasa yang
berkompeten di bidang bina marga, khususnya pekerjaan jalan, untuk
berpartisipasi aktif dan bersinergi dalam mendukung percepatan pembangunan
infrastruktur di Maluku Utara.
“Kami
mengundang secara terbuka seluruh pelaku usaha yang memiliki kapasitas dan
komitmen untuk bersama-sama membangun Maluku Utara ke depan,” ungkap keduanya.
Dengan
kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha, pembangunan
infrastruktur jalan di Maluku Utara diharapkan semakin berkualitas dan
berkelanjutan.